Riding Position Agar Kecepatan Motor lebih maksimal

Banyak pertanyaan seputar top speed, bagaimana supaya laju motor lebih cepat melesat, dengan bantuan posisi riding . Kali ini saya mau membahas tentang riding position agar kecepatan lebih maksimal ditrek lurus berdasarkan pengalaman pribadi dan nonton balapan dimotogp

Sebelum membahas riding position, ada baiknya saya mengingatkan untuk merubah ergonomi motor (motor batangan yg bertipe sport touring ) yang masih standar pabrik, dengan cara merupah dua parts seperti dibawah ini:

Riding Posistion untuk Menambah Kecepatan

1. Ganti foot step dengan model underbone/ foot step racing

2. Ganti setang yang posisinya lebih rendah. Bisa diganti dengan setang jepit, disarankan stang jepit dari motor lain asli bawaan pabrik (jangan stang jepit abal-abal).



Ada enam poin yang perlu diperhatikan dalam riding posisi ini, Lihat gambar diatas:

1. telapak kaki menekan foot step kebawah agak kebelakang

2. Paha dan lutut bagian dalam menjepit tangki motor

3. Posisi badan membungkuk samai dada menempel tangki

4. Posisi siku tangan menempel lutut atau paha samping luar

5. Posisi Pantat diangkat sedikit / pantat tidak menempel jok.

6. Posisi kepala menunduk tapi pandangan kedepan jangan sampai terhalang.

Warning!! Jangan terapkan riding posisi ini dijalanan umum yang rame!! lebih baik diterapkan disirkuit atau jalan tertentu yang sepi dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.

More aboutRiding Position Agar Kecepatan Motor lebih maksimal

Desain Yamaha New JupiterZ1 vs Honda Blade, Manteb Mana?


Membanding antara Jupiter Z1 dan Honda Blade, rasanya msih sulit bagi kita untuk memberikan penilaian secara jitu, mana yang terbaik diantara keduanya. Tidak bisa dipungkiri…kedua moped bike mempunyai garis desain yang identik. Jika dulu kita merasa bahwa desain Blade disengaja oleh Honda untuk ditabrakkan dengan JupiterZ series, kini secara kasat mata Yamaha melakukan hal yang sama. Jadi menarik untuk mengamati desain Yamaha New JupiterZ1 vs Honda Blade, manteb mana?

Ketika diamati, yang paling jelas mendapatkan perombakan adalah sisi lampu sein. Dibanding versi lawas…gen anyar makin menyipit dengan tarikan tegas hingga keatas pinggir fairing. Ternyata lekukan mata sein fairing begitu identik dengan Honda Blade. Identik disini tidak berarti kembar…sebab secara apik desainer Yamaha mampu membenahi lengkungan seirama dengan gurat tajam casing. Apalagi ditambah air fin didepan tengah tebeng membuat nuansa sporty begitu kuat.

JupiterZ versi karbu
Aksi tabrak-tabrakan memang menjadi tren baru para pabrikan untuk memperdaya lawan. Tentu saja semua sah-sah saja selama tidak mengkloning habis-habisan seperti manuver Minerva dulu pada Honda CR150 lawas. Sedang rupa Yamaha JupiterZ1 vs Honda Blade…..kendati mirip, keduanya mempunyai nyawa dan karakter yang sangat berbeda. Bisa brosis perhatikan secara seksama mulai dari ujung tebeng, headlamp, body tengah hingga buntut….racikan Yamaha lebih agresif dan garang. Nyawa ini diperkuat dengan lekukan tajam difairing tengah serta buritan samping.  Sedang bebek Honda….terkesan lebih kalem dan elegan. Masing-masing mewakili cita rasa pabrikan yang mempunyai pendekatan berbeda dalam hal desain.

Nah..sekarang pembahasan menuju keujung tema, yakni cakep mana antara new JupiterZ1 vs. Honda Blade?... sampe urat putuspun dipastikan tidak akan ada titik temu. Kenapa? sebab semua menyangkut selera individu. Bagi yang demen motor penampilan rada galak plus teknologi injeksi……bisa vote bebek Yamaha. Tapi kalau sampeyan termasuk menyukai bebek futuristik, berdesain kalem dan elegan, monggo pilih Blade. Gampang to. Last...serius nih, jika disuruh memilih diantara keduanya, kira-kira mana yang bakal mzbro boyong kerumah untuk dijadikan tunggangan pribadi?? hayo, dijawab dengan jujurr..

More aboutDesain Yamaha New JupiterZ1 vs Honda Blade, Manteb Mana?

Kisaran Harga Helm Berdasar Merek

Informasi tentang harga Helm berbagai merek. Saat ini ada sekitar 5 merek helm terkenal yang berada di pasaran dan sudah seharusnya dipahami para bikers, yaitu jenis, merek dan harganya. Dari semua merek yang beredar mematok harga yang berbeda yang disesuaikan dengan kualitasnya.
Jika berniat untuk beli helm, ketahuilah dulu kisaran harga Helm berdasar merek supaya ga ditipu penjual. Banyak kasus yang menimpa personal yang ga ngerti merek dan harga, mereka bisa jadi jadi sasaran tembakan penjual.


All Size

No Brand Harga  Sertifikasi Kenyamanan Ukuran
1 INK 250-ribuan  DOT, SNI ***** M – L – XL
2 KYT 200-ribuan  DOT, SNI **** M – L – XL
3 MDS 150-ribuan  SNI **** All Size
4 BMC 100-ribuan  SNI ** All Size
5 HiU 90-ribuan  SNI ** All Size


Yang saya bandingkan adalah helm Open Face 1 warna, 1 visor standar. Tanpa embel-embel macem-macem lho ya.
Kalau ada tambahan fitur macam dual visor, silsilah harganya tetap seperti diatas, dimana INK lebih mahal dari MDS dan dibawahnya.
Kalau full-face? … hmmm kurang tahu?  maaf 
next ,,

Kaca / Visor Material Finishing
INK – KYT – MDS INK – KYT – MDS INK – KYT – MDS
Menggunakan Tipe Visor yang sama yang katanya tahan tekanan sampai 3 KG. kayaknya materialnya sama, Cuma beda dipadding bagian dalam. Cukup rapi dan kokoh, tidak oblak, terutama ketika diterpa angin.

BMC – HIU

BMC – HIU

BMC – HIU
Menggunakan visor yang berbeda dengan 3 diatas … kelihatan murahan.Beda jauh dari ketiganya Kalau sial, anda akan mendapatkan produk yang oblak … tapi kayaknya lebih banyak yang sial deh
#harga nggak pernah bohongkan?

Naghh  silahkan bagi yang mau beli helm untuk menawar ke penjual helm. Klo saran R2B, klo emang butuh helm open face minimal yang MDS saja. Sukur-sukur ketemu yang sesuai dengan ukuran kepala M-L-XL. Karena awalnya dulu, helm MDS ini diset dengan berbagai ukuran seperti INK-KYT.

Lalu akhir2 ini kata para penjual helm dibikin all-size Hanya INK-KYT saja yang mencantumkan tahun pembuatan helm. 

More aboutKisaran Harga Helm Berdasar Merek

Kuat Nanjak dengan Rasio Gir Ringan


Kekuatan tenaga pacuan mesin motor berkaitan dengan ukuran rantai gir, banyak yang bilang ukuran gir rantai kecil membuat lari kencang. Tapi tunggu dulu, Sebenrnya Semua motor standar sejatinya sudah diseting pabrikn mampu melibas segala macam trek. Mulai dari jalan mendatar, nanjak ataupun turunan. Jika ingin kuat di tanjakan coba tips kuat nanjak dengan rasio gir ringan dari motorplus berikut.

Pun begitu, nggak semua lintasan atau trek yang ada di tanah air layak buat jalan motor. Apalagi beberapa daerah tertentu jalurnya justru lebih banyak menanjak. Sehingga butuh tunggangan siap dipakai di medan tersebut.

“Nggak terlalu repot sih bikin motor siap diajak menanjak. Terutama bila sering dan lebih banyak lewat jalur berbukit. Cara paling senderhana pakai gir setingan ringan,” ucap Hari Novrian alias Uda, mekanik Harry Motor.

Gir setingan ringan menurut Uda adalah mengganti jumlah mata gir depan atau belakang standar agar rasionya makin ringan saat akselarasi. Sehingga motor tak kedodoran saat melibas jalur menanjak.

“Misalkan Shogun 125 aslinya pakai perbandingan rasio 14/34. Biar enteng saat akselarasi, coba ganti mata gir belakang lebih besar lagi jadi 14/38 atau 14/40. Ukuran ini bisa pakai gir belakang punya Suzuki Tornado yang kebetulan tebal dan jumlah baut penelnya sama,” lanjut mekanik di Jl. H. Naman Blok R6/2B, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Pemilik motor Honda Grand atau Prima girnya 14/38. Bisa ganti gir belakang ukuran lebih besar macam punya Honda Supra (14/40). Atau motor varian bebek Yamaha yang bisa saling tukar juga banyak part aftermarketnya, sehingga jauh lebih mudah gonta-gantinya.

Cuma yang mesti diingat saat ganti gir pastikan lubang serta jumlah baut panel gir penggantinya. Selain itu tebal gir dan ukuran mata rantainya tetap sama agar mudah dipasang,” wanti Uda.

More aboutKuat Nanjak dengan Rasio Gir Ringan

Kapan Harus Melakukan Servis Besar


Masalah jangka waktu yang tepat servis motor, oleh karena itu ada baiknya kawan  bikers tahu kapan harus melakukan servis besar, atau setelah jarak berapa km untuk servis besar.
Servis besar turun mesin dianjurakan setelah pemakaian lebih dari 2 tahun atau odometer sudah menunjukan angka lebih dari 40.000 km idealnya mesin untuk servis besar. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi performa mesin seperti sediakala. Bahkan konsumsi bensin bisa lebih efisien dari sebelumnya.

“Angka itu hanya patokan. Semua tergantung cara pakai, perawatan rutin dan penggunaan bensin. Dari pengalaman, pakai bensin oktan rendah lebih cepat servis besar karena proses pembakaran kurang sempurna. Makanya batas servis bisa di bawah angka patokan,” ujar Abdul Syukur alias Adung, kepala mekanik Honda AHASS Andalas.

Sebaliknya jika tunggangan pakai bensin yang sesuai anjuran pabrik. Menurut Adung, ruang bakar masih terlihat bersih saat dibongkar. Sehingga tempo servis atau penggantian komponen bisa lebih lama dari batas waktu servis besar.

Servis besar atau turun mesin sendiri meliputi peme-riksaan komponen di bagian atas mesin. Contohnya cek kondisi ruang bakar apakah sudah ditimbuni kerak karbon. Dimana timbunan kerak juga berdampak pada kompresi, hasil pembakaran juga kerusakan pada komponen.

“Selain bagian  mesin pacu, pengecekan batang dan payung serta sil klep wajib dilakukan. Jika diabaikan, mesin bukan cuma bocor kompresi tapi oli juga dapat masuk ke ruang bakar. Efeknya ke performa juga,” imbuh mekanik di Jl. Raya Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Namun untuk memastikan klep masih bisa dipakai atau harus diganti, lihat saja kondisinya. Kalau payung klep sudah lancip dan material sil klep sudah keras, mending diganti baru lalu skir klep agar tidak terjadi kebocoran kompresi.
 Skir klep wajib dilakukan saat ganti klep baru. Cukup ganti ring jika seher dan liner masih bagus
Servis besar juga mengarah pada kondisi ring, seher serta liner silinder. Jika permukaan seher dan liner belum terlihat baret, agar kompresi tetap bagus cukup ganti ring seher agar gap ring seher kembali seperti semula.

Komponen lain yang wajib diperiksa saat servis besar adalah lidah atau roll tensioner juga rantai keteng. Indikatornya dapat dilacak dengan merasakan tenaga-nya juga suara di mesin. “Kalau tenaganya agak ngedrop, sulit langsam dan berisik, tensioner dan rantai keteng wajib diganti,” imbuhnya.

Nah, untuk mengetahui biaya servis besar, Adung kasih panduan estimasinya. Contoh ongkos kerja servis besar Honda Karisma di bengkel resmi Honda meliputi pengecekan komponen, pemasangan dan termasuk ongkos skir klep sekitar Rp 100 ribu. Prosesnya pun bisa ditunggu kalau memang tidak terlalu ramai.

Sedang ongkos pembelian komponen jika harus diganti, untuk satu set klep in-out dan sil klep biasanya dijual sekitar 150 ribu. Lalu pembelian ring seher tanpa ganti piston, komponen ini dijual sekitar Rp 100 ribu. Bahkan harga lidah tensioner dipasaran harganya kurang-lebih Rp 200 ribu, juga harga rantai keteng sekitar Rp 90 ribuan.


More aboutKapan Harus Melakukan Servis Besar

Penyebab Mesin Mio Mati Mendadak

Mengapa Mio mati mendadak atau saat mesin panas. Kemungkinan dari Masalah mio mati saat mesin panas disebabkan dari komponen-komponen seperti; CDI, sepul, dan coil ignition. dari tiga komponen tersebut sangat mempunyai pengaruh terhadap perubahan suhu panas maupun dingin.  Mungkin perlu meneliti penyebab mesin Mio mati mendadak

Kemungkinan mesin Mio mati tiba-tiba adalah masalah  yang ada disebabkan oleh CDI atau koil. begitu dengan busi, pemakaian normal sanggup dipakai sampai 10.000 km.

Adapun hal yang menyebabkan pemicu putusnya aliran listrik dari CDI  yaitu dari fisik kabel yang pendek tersebut dan pada saat melewati polisi tidur, mesin Mio bergerak naik turun. Pergerakan tersebut membuat kabel ikut tertarik. Kemungkinan besar yang terjadi kabel pengapiannya dapat terputus, tepatnya kabel positif warna oranye dari CDI menuju koil . Ingin tahu cara pengecekan dan solusinya? Sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri kok dirumah. Yang pertama pengecekan percikan kabel busi yaitu dengan cara kabel busi didekatkan pada ground sambil distarter/diengkol. Apabila ada masalah pada kondisi kabel, maka letikan api yang keluar tidak stabil.

Setelah diketahui penyebab mesin Mio tiba-tiba mati, sekarang tinggal solusinya. Hal yang pertama dilakukan yaitu menyambung dengan kabel baru pada kabel CDI yang putus, panjang  sambungannya sekitar 5cm-6cm ini bertujuan agar gerak kabel positif koil mempunyai gerak bebas, sehingaga pada saat ada polisi tidur kabel tidak akan tertarik oleh gerakan mesin yang naik dan turun. Setelah selesai dalam menyambung sekarang saatnya untuk dicoba hidupkan mesin dan lakukan dipolisi tidur berulang-ulang. Apabila sudah tidak maslah pasanglah kembali semua peranti yang sudah dibongkar. Yamaha memberikan garansi pemakaian dua tahun (komponen kelistrikan dan pengapian), selain itu lebih baik dibawa untuk kebengkel resmi untuk dilakukan pengecekan.


More aboutPenyebab Mesin Mio Mati Mendadak

Gambar Foto Detail New Jupiter Z1

More aboutGambar Foto Detail New Jupiter Z1